Metode dan Pendekatan Dakwah
Pada
hari rabu tanggal 9 oktober 2024, mahasiswa semester 3 dari program studi
manajemen dakwah fakultas dakwah dan ilmu komunikasi universitas syarif
hidayatullah jakarta. yang terdiri dari 4 kelas yaitu dari kelas MD 3A, MD 3B,
MD 3C, MD 3D, melaksanakan kegiatan perkuliahan di teater lantai 6 gedung
fakultas dakwah dan ilmu komunikasi. yakni belajar mengenai mata kuliah
Filsafat Dakwah, yang diajarkan oleh Bapak Drs. Study Rizal LK, M. selaku
dosen pengampu mata kuliah filsafat dakwah dan materi yang dipaparkan oleh
kelompok 2 dari masing - masing kelas, mengenai sub bab materi yang dibahas
yaitu :
Metode dan pendekatan dakwah
A a Metode
Dakwah Tradisional dan Modern
B. b Pendekatan
Keilmuan dalam Pengembangan Metode Dakwah
Tanggapan
mengenai materi yang dibahas:
1. Metode
dakwah tradisional dan modern
a. Metode
dakwah tradisonal
Metode dakwah tradisional merujuk pada
cara-cara konvensional yang digunakan dalam penyebaran agama Islam. Beberapa
contohnya termasuk pengajian, tabligh, khutbah di masjid, majlis taklim dan
silaturahmi dari rumah ke rumah.
· Dakwah
bil lisan merupakan metode dakwah yang dilakukan dengan menyampaikan ajaran
Islam secara lisan, baik melalui ceramah, khutbah, pengajian, diskusi, atau
dialog. dalam pendekatan ini, pendakwah menyampaikan pesan agama secara
langsung menggunakan kata-kata, dan umumnya dilakukan dalam berbagai forum,
baik yang bersifat formal maupun informal Tidak setiap orang memiliki
keterampilan komunikasi verbal yang kuat. Keberhasilan dakwah bil lisan sering
sangat bergantung pada kemampuan berbicara pendakwah, terutama dalam
menyampaikan pesan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh audiens. biasanya,
dakwah bil lisan hanya menjangkau audiens yang hadir secara fisik di lokasi. Meskipun
bisa dilakukan secara online, interaksi verbal sering kali lebih efektif dalam
forum tatap muka.
metode dakwah yang
efektif untuk menyampaikan ajaran Islam secara langsung dan verbal. Walaupun
terdapat tantangan seperti keterbatasan jangkauan dan kebutuhan akan
keterampilan berbicara yang baik, metode ini tetap memiliki keunggulan dalam
membangun interaksi yang lebih personal dan mendalam. Seiring perkembangan
teknologi, dakwah bil lisan dapat menjangkau audiens yang lebih luas tanpa
kehilangan inti dari penyampaian pesan secara lisan.
· Dakwah
bi al – hal
Dakwah bil hal mengharuskan pendakwah
untuk senantiasa konsisten dalam menunjukkan perilaku yang baik. tantangan
utamanya adalah mempertahankan agar setiap tindakan sehari-hari tetap sesuai
dengan ajaran Islam, bahkan di tengah situasi yang sulit.
Dakwah bil hal adalah metode dakwah yang
dilakukan melalui tindakan nyata, bukan hanya melalui ucapan. Secara sederhana,
metode ini berarti menyampaikan ajaran Islam melalui contoh perilaku baik dalam
kehidupan sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai keislaman. Pendakwah dalam
metode ini menjadikan perbuatan sebagai sarana dakwah, menampilkan akhlak mulia
dan amal yang sejalan dengan ajaran Islam, sehingga orang lain dapat mencontoh
sikap tersebut.
Dakwah ini bukan hanya
melalui ucapan, melainkan lebih mengutamakan tindakan nyata. Mereka yang
berdakwah bil hal menjadi teladan bagi orang lain melalui perbuatan baik,
seperti kejujuran, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta sikap islami
lainnya. dakwah bil hal bersifat nyata, karena berfokus pada tindakan yang
dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Contohnya termasuk
membantu orang lain, menjaga kebersihan, bersikap adil dalam pekerjaan, serta
menghormati sesama.
Metode dakwah ini
menekankan pentingnya tindakan dan perilaku nyata dalam menyampaikan ajaran
Islam. Meskipun dampaknya mungkin tidak secepat dakwah lisan, pengaruhnya
sering kali lebih mendalam dan berkelanjutan karena tindakan baik lebih mudah
diingat dan dicontoh oleh orang lain. Di era modern, dakwah bil hal tetap
memiliki relevansi dan peran penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik
dan harmonis.
· Dakwah
bil al- Qolam
Salah satu metode dakwah ini
dilakukan melalui tulisan, mencakup berbagai bentuk penulisan seperti artikel,
buku, jurnal, surat, dan konten digital. Istilah Al-Qalam, yang berarti
"pena" dalam bahasa Arab, mencerminkan signifikansi media tulisan
dalam menyebarkan ajaran Islam dan menyampaikan pengetahuan agama kepada
masyarakat. dakwah ini dilakukan melalui tulisan yang mencakup penjelasan
tentang ajaran Islam, hukum-hukum, dan berbagai isu keagamaan. Penulisannya
dapat bersifat ilmiah, popular, atau naratif. dakwah al-Qalam berfungsi sebagai
dokumentasi ajaran dan pemikiran Islam, yang dapat diakses oleh generasi
selanjutnya. tulisan-tulisan tersebut menjadi sumber rujukan bagi siapa pun
yang ingin mempelajari Islam.
Melalui tulisan, dakwah dapat
menjangkau audiens yang lebih besar, termasuk orang-orang yang berada di lokasi
yang jauh atau sulit dijangkau secara fisik. Tulisan menjadi alat untuk
melestarikan pemikiran dan ajaran Islam. Dengan adanya dokumen tertulis,
informasi dapat disimpan dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
Metode dakwah ini sangat penting
dalam menyebarkan ajaran Islam melalui tulisan. Meskipun ada tantangan, seperti
kemungkinan kesalahpahaman dan perlunya memilih sumber yang terpercaya, metode
ini memiliki banyak keunggulan, terutama dalam hal penyebaran informasi yang
luas dan pelestarian pengetahuan. Di era modern, dakwah al-Qalam tetap relevan
dan berperan signifikan dalam membentuk pemahaman agama yang lebih baik di
masyarakat.
b. Metode dakwah modern
Dakwah modern merupakan metode
dakwah yang memanfaatkan teknologi terkini yang sedang berkembang. Pendekatan
ini sangat sesuai untuk diterapkan di lingkungan masyarakat perkotaan atau
mereka yang memiliki latar belakang pendidikan menengah ke atas. Teknik dakwah
ini berbeda dari dakwah tradisional, jika dakwah tradisional menyesuaikan diri
dengan budaya lokal, dakwah modern lebih berfokus pada pemanfaatan teknologi
yang ada. mengacu pada pendekatan dalam menyebarkan ajaran Islam dengan
memanfaatkan teknologi dan alat komunikasi terbaru. Metode ini dirancang untuk
menjangkau audiens yang lebih luas, terutama di kalangan masyarakat yang lebih
terdidik dan akrab dengan penggunaan teknologi. dakwah modern menggunakan
berbagai platform digital, seperti media sosial, blog, website, dan aplikasi
mobile, untuk menyebarkan pesan-pesan keagamaan.
Metode
ini sering kali bersifat interaktif, memungkinkan audiens untuk berpartisipasi
melalui komentar, diskusi online, dan sesi tanya jawab, sehingga menciptakan
dialog yang lebih dinamis.
dengan
memanfaatkan teknologi, dakwah modern mampu menjangkau audiens yang lebih luas,
baik di dalam negeri maupun internasional, tanpa adanya batasan geografis. banyak
pendakwah yang menggunakan platform seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan
TikTok untuk menyebarkan pesan-pesan dakwah dengan cara yang menarik dan
relevan dengan audiens muda.
Metode dakwah modern merupakan pendekatan yang
sangat efektif untuk menyebarkan ajaran Islam dengan memanfaatkan teknologi dan
media komunikasi terbaru. Meskipun ada tantangan, seperti kemungkinan informasi
yang salah dan terbatasnya interaksi pribadi, metode ini menawarkan banyak
keunggulan dalam hal jangkauan, aksesibilitas, dan efisiensi. Di era digital
saat ini, dakwah modern tetap relevan dan penting untuk memperkuat pemahaman
masyarakat tentang Islam.
2. Pendekatan
Keilmuan dalam Pengembangan Metode Dakwah
a. Metode
dakwah bil al hikmah
Merupakan pendekatan dakwah yang dilakukan
dengan kebijaksanaan, hikmah, dan pemahaman yang mendalam. Istilah
"al-hikmah" dalam bahasa Arab berarti kebijaksanaan, dan dalam
konteks dakwah, metode ini menekankan pentingnya penyampaian pesan-pesan agama
dengan cara yang bijak dan tepat. merupakan pendekatan dakwah yang dilakukan
dengan kebijaksanaan, hikmah, dan pemahaman yang mendalam. Istilah
"al-hikmah" dalam bahasa Arab berarti kebijaksanaan, dan dalam
konteks dakwah, metode ini menekankan pentingnya penyampaian pesan-pesan agama
dengan cara yang bijak dan tepat. dakwah bil al-hikmah berusaha untuk
menghindari debat yang bersifat konfrontatif, dan lebih memilih pendekatan
dialogis yang membangun.
Metode dakwah bil
al-hikmah adalah pendekatan yang mengutamakan penyampaian pesan agama dengan
kebijaksanaan dan pemahaman yang mendalam. Dengan karakteristik yang bijaksana,
metode ini dapat menciptakan hubungan yang baik antara pendakwah dan audiens,
serta meningkatkan pemahaman tentang ajaran Islam. Meskipun terdapat beberapa
tantangan, seperti perlunya keterampilan komunikasi yang baik, metode ini tetap
relevan dan penting untuk membangun masyarakat yang lebih terbuka dan memahami
nilai-nilai agama.
b. Metode
Dakwah Mawizah Al-Hasanah
Metode Nasihat dipahami oleh para da'i
sebagai ucapan yang berisi ajaran Islam yang ditujukan kepada orang yang
menerima nasihat (advisee). Ajaran Islam yang disampaikan melalui nasihat ini
sangat beragam, namun pada umumnya berkaitan dengan anjuran agar umat Islam
melaksanakan ajarannya sebagaimana yang tercantum Dalam Al-Qur'an dan hadis,
seperti menunaikan shalat lima waktu, seruan untuk bersatu, saling membantu
sesama, dan dorongan untuk berbuat baik. Merupakan metode yang sangat sesuai
dan ampuh dalam menyampaikan ajaran Islam. dengan menekankan pada pemberian
nasihat yang baik dan bijak, pendekatan ini mengedepankan prinsip kelembutan
dan kasih sayang dalam berdakwah. Pendekatan tersebut penting karena
penyampaian yang lembut mampu menyentuh hati dan mendorong umat untuk mengamalkan
ajaran agama dengan lebih tulus. metode ini juga sejalan dengan ajaran
Al-Qur'an dan hadis, yang menggaris bawahi pentingnya hikmah dan penyampaian
yang baik dalam dakwah. Selain itu, Mawizah Al Hasanah mendorong penyampaian
pesan yang tidak hanya memberi informasi, tetapi juga menginspirasi, membantu
mempererat rasa kebersamaan, dan memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat muslim.
tantangan dalam dakwah Mawizah Al Hasanah adalah menjaga agar pesan yang
disampaikan tetap sesuai dan dapat diterima oleh berbagai kalangan, mengingat
perbedaan latar belakang dan pemahaman di antara umat. Oleh karena itu, para
da'i perlu memahami kondisi audiensnya agar pesan yang disampaikan lebih tepat
sasaran dan memberikan dampak positif.
Metode dakwah ini juga berfokus pada penyampaian nasihat yang
baik, bijaksana, dan penuh kelembutan. Pendekatan ini bertujuan untuk
menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang dapat menyentuh hati, sehingga mampu
memotivasi orang untuk menerima dan mengamalkan ajaran agama dengan ikhlas.
Mawizah Al Hasanah mengedepankan pendekatan persuasif, penuh kasih sayang,
serta kebijaksanaan, sesuai dengan prinsip-prinsip yang diajarkan dalam
Al-Qur'an dan hadis. Metode ini bertujuan untuk menginspirasi umat agar
melaksanakan ajaran Islam dan memperkuat ikatan sosial dalam komunitas Muslim.
3. Metode
Bi-Al-Mujadalah
Metode Bi-Al-Mujadalah adalah pendekatan
dalam dakwah yang dilakukan dengan cara berdialog atau berdebat secara baik dan
sopan. Penerapannya menekankan pada komunikasi yang sehat, di mana da'i dan
audiens saling bertukar pandangan mengenai ajaran Islam dengan tujuan untuk
mencari kebenaran dan memperdalam pemahaman agama. Metode ini dilakukan dengan
penuh kesantunan, menghindari cara-cara yang kasar atau memaksa, sehingga
dialog tetap berjalan harmonis.
Dalam dakwah membutuhkan keterampilan
komunikasi yang baik, termasuk kemampuan untuk mendengarkan dengan teliti dan
memberikan jawaban yang relevan serta berdasarkan dalil dari Al-Qur'an dan
hadis. Da'i harus mampu menjelaskan ajaran Islam secara rasional dan logis,
sehingga dapat menjawab berbagai keraguan atau pertanyaan yang mungkin dimiliki
audiens. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk memperkuat keyakinan dan
pemahaman umat dengan menyampaikan argumen yang jelas dan persuasif.
Salah satu kelebihan
dakwah Al-Mujadalah adalah kemampuannya untuk menciptakan suasana saling
menghargai dan memahami, di mana setiap pihak merasa didengarkan. Hal ini
sangat penting dalam konteks masyarakat yang beragam, di mana perbedaan
pendapat dan latar belakang sering kali mempengaruhi cara orang memahami agama.
dengan pendekatan ini, da'i dapat mengemukakan argumen yang logis dan
berdasarkan dalil, yang dapat memperkuat keyakinan dan pemahaman umat terhadap
ajaran Islam.
Da'i harus memulai dengan
menciptakan suasana dialog yang terbuka dan bersahabat. hal ini dapat dilakukan
dengan mengundang audiens untuk berbicara dan mengungkapkan pendapat atau
pertanyaan mereka tentang ajaran Islam. keterampilan mendengarkan sangat
penting dalam dakwah Al-Mujadalah; da'i perlu menunjukkan perhatian dan
memahami sudut pandang audiens, sehingga mereka merasa dihargai dan
diperhatikan. Saat menyampaikan pesan, da'i harus menggunakan argumen yang
rasional dan logis, termasuk menyajikan bukti dari Al-Qur'an dan hadis yang
relevan untuk mendukung pandangan yang disampaikan.
4. Bagaimana
penerapan metode dakwah bil hal?
· Menjadi
Teladan: Da'i harus menunjukkan akhlak dan perilaku yang baik
sebagai contoh bagi orang lain. Dengan menerapkan nilai-nilai Islam dalam
tindakan sehari-hari, da'i dapat menjadi inspirasi bagi orang-orang di
sekitarnya.
· Mengamalkan
Ajaran Islam: Menerapkan ajaran Islam dalam berbagai
aspek kehidupan, seperti melaksanakan shalat, memberikan sedekah, berbuat baik
kepada sesama, dan memelihara hubungan yang baik dengan keluarga. Ketika orang
lain menyaksikan praktik ini, mereka akan lebih termotivasi untuk meniru.
· Berinteraksi dengan Baik: Da'i perlu berinteraksi dengan
orang lain dengan sikap yang penuh kasih sayang dan penghormatan. Menghadapi
orang dengan cara yang ramah dan terbuka dapat menciptakan suasana positif
untuk berbagi ajaran Islam.
· Mendengarkan dan Menghargai: Penerapan metode dakwah Bil Hal
juga mencakup kemampuan untuk mendengarkan orang lain dan menghargai pendapat
mereka. Hal ini dapat membangun kepercayaan serta membuka kesempatan untuk
diskusi yang lebih mendalam tentang ajaran Islam.
Pendekatan ini juga menggambarkan
ajaran Islam yang menekankan pentingnya akhlak dan moral. Ketika seorang da'i
memperlihatkan perilaku yang baik, seperti bersikap ramah, jujur, dan peduli
terhadap orang lain, hal ini dapat menarik perhatian orang dan membuat mereka
lebih bersedia menerima ajaran Islam. Selain itu, tindakan nyata sering kali
lebih berpengaruh dibandingkan ucapan, karena orang cenderung lebih percaya
pada apa yang mereka lihat, Secara keseluruhan, dakwah Bil Hal
adalah pendekatan yang efektif dan praktis untuk menyebarkan ajaran Islam, yang
tidak hanya menekankan teori tetapi juga praktik nyata, sehingga dapat
menghasilkan dampak positif dalam masyarakat. dan bisa di terapkan dalam
kehidupan sehari hari
Dari segi metode dan
pendekatan, dakwah dan pengembangan masyarakat memiliki hubungan yang saling
melengkapi. Membangun masyarakat tidak dapat dilakukan hanya dengan fokus pada
satu aspek dan mengabaikan aspek lainnya. Sebaliknya, pembangunan masyarakat harus
dilakukan secara komprehensif, mencakup baik fisik-materiil maupun
moral-spiritual. Dalam konteks ini, dakwah berfungsi sebagai sarana sosialisasi
Islam yang penting untuk menjaga moralitas dan spiritualitas masyarakat,
sekaligus mendorong aksi pembangunan dari sisi material. Hal ini karena Islam,
sebagai tema sentral dakwah, memahami manusia sebagai satu kesatuan utuh yang
terdiri dari unsur materiil dan spiritual. Konsekuensi logis dari pendekatan
ini adalah bahwa pembangunan masyarakat yang hanya memperhatikan aspek materiil
dan mengabaikan spiritualitas dianggap sebagai usaha yang sia-sia. Pendekatan
ilmiah dalam dakwah juga memiliki peranan penting, seperti metode bil hikmah,
mawizah al-hasanah, dan bil mujadalah. Pendekatan ini mengedepankan
kebijaksanaan dan pertimbangan terhadap kondisi sosial budaya serta tingkat
kecerdasan masyarakat yang didakwahi. Selain itu, dakwah juga dapat dilakukan
melalui tindakan nyata dengan metode dakwah bi al-hal, yang menekankan pada
pemberdayaan masyarakat secara partisipatif dan mengintegrasikan nilai-nilai
Islam ke dalam aktivitas sehari-hari.
Penulis
Rifky Alhamdi
Mahasiswa manajemen
dakwah 2023
Universitas islam negeri
syarif hidayatullah jakarta
Komentar
Posting Komentar