Prinsip Prinsip Filsafat Dakwah

Pada hari rabu tanggal 02 oktober 2024, mahasiswa semester 3 program studi manajemen dakwah fakultas dakwah dan ilmu komunikasi universitas syarif hidayatullah jakarta. yang terdiri dari 4 kelas yaitu dari kelas MD 3A, MD 3B, MD 3C, MD 3D, melaksanakan kegiatan perkuliahan di teater lantai 6 gedung fakultas dakwah dan ilmu komunikasi. yakni belajar mengenai mata kuliah Filsafat Dakwah, yang diajarkan oleh Bapak Drs. Study Rizal LK, M. selaku dosen pengampu mata kuliah filsafat dakwah dan materi yang dipaparkan oleh kelompok 2 dari masing - masing kelas, mengenai sub bab materi yang dibahas yaitu :

Prinsip prinsip filsafat dakwah

a. prinsip-prinsip dasar dalam filsafat dakwah

b. integrasi prinsip-prinsip filsafat dakwah dengan teori-teori

keilmuan dakwah

tanggapan mengenai materi yang di bahas:

· apa itu prinsip prinsip filsafat dakwah?

Prinsip-prinsip filsafat dakwah adalah dasar-dasar pemikiran filosofis yang menjadi landasan dalam kegiatan dakwah. Prinsip-prinsip ini mencakup pemahaman tentang hakikat dakwah, tujuannya, serta pendekatan yang digunakan dalam menyampaikan ajaran Islam kepada umat manusia. Filsafat dakwah menekankan pada aspek moral, spiritual, dan intelektual yang membentuk cara berpikir yang bijaksana dalam menyampaikan pesan terhdap mad`u nya.

 

· Mengapa prinsip ini penting untuk filsafat dakwah?

Pentingnya prinsip-prinsip filsafat dakwah adalah karena mereka memberikan arahan secara mendalam dan logis untuk melakukan proses dakwah. Seorang da'i dapat menyampaikan pesan Islam dengan lebih efektif, relevan, dan bijaksana dengan memahami prinsip-prinsip ini. Prinsip-prinsip ini juga membantu dalam menghadapi berbagai tantangan modern dan mempertahankan esensi dakwah yang sesuai dengan ajaran Islam.

 

· Siapa yang menerapkan prinsip prinsip ini?

Para da'i, ulama, pendakwah, atau siapa pun yang bertugas menyampaikan ajaran Islam diterapkan prinsip-prinsip filsafat dakwah. Tugas mereka adalah menyesuaikan metode dakwah mereka dengan prinsip-prinsip ini agar pesan yang mereka sampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh para mad`u nya.

 

· Kapan saja prinsip ini dapat di terapkan?

Prinsip-prinsip filsafat dakwah berlaku di mana pun dan kapan pun kegiatan dakwah dilakukan, baik secara formal, seperti dalam khutbah, ceramah, dan pengajaran di institusi pendidikan, majlis taklim, maupun dalam interaksi sehari-hari. Dengan demikian, dakwah tidak terbatas pada waktu tertentu, sehingga prinsip-prinsip ini selalu relevan dan efektif saat menyampaikan pesan-pesan dakwah

 

· Dimana prinsip ini harus di terapkan?

Prinsip-prinsip yang terkandung dalam filsafat dakwah berlaku di mana pun dakwah dilakukan. Tempat dakwah dapat berbeda di masjid, sekolah, komunitas, atau di media sosial dan platform digital. Namun, prinsip-prinsip ini  bersifat universal dan dapat diterapkan di berbagai situasi dan kondisi Masyarakat yang mendengarkan.

 

· Bagaimana cara menerapkan prinsip ini?

Metode yang rasional dan bertanggung jawab digunakan untuk menerapkan prinsip-prinsip filsafat dakwah. Agar pesan agama dapat diterima dengan baik dan dapat di jalankan untuk kehidupan sehari harinya, dakwah harus dilakukan dengan penuh hikmah, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dan menggunakan pendekatan yang didasarkan pada ilmu yang benar. Selain itu, pendekatan dakwah filosofis harus mengedepankan etika, kesabaran, dan sikap dialogis saat menyampaikan pesan agama dan dapat menahan emosi untuk menghadapi para mad`u yang komentar komentar nya negatif.

 

a. Prinsip dasar dalam dakwah

Prinsip dasar dalam dakwah merupakan landasan penting yang harus dipegang oleh para pendakwah (da’i) dalam menyampaikan ajaran Islam. Berikut adalah tanggapan mengenai prinsip dasar dalam dakwah

 

· Tauhid (mengajarkan keesaan allah)

Tauhidullah, yang berarti pengesaan Allah SWT, merupakan fondasi

utama dalam dakwah Islam. Setiap dakwah harus dimulai dengan ajakan untuk mengesakan Allah dan meninggalkan segala bentuk penyembahan selain kepada-Nya. Konsep ini adalah dasar dari seluruh ajaran Islam dan menjadi tujuan utama dari semua aktivitas dakwah. Seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, dakwah pertama yang dilakukan kepada keluarga dan sahabatnya adalah mengajak mereka kepada Tauhid Nabi Muhammad SAW menekankan pentingnya pengakuan akan keesaan Allah SWT sebagai landasan utama sebelum melanjutkan dengan ajaran-ajaran lainnya.

 

· Hikmah (kebijaksanaan)

Menyampaikan dakwah harus dilakukan dengan hikmah, atau dengan penuh kebijaksanaan. Ini berarti dakwah harus disampaikan dengan cara yang baik, tidak memaksa, dan disesuaikan dengan kemampuan dan keadaan audiens. Untuk membuat pesan dakwah diterima dengan baik, pendekatan yang tepat dan pemilihan kata-kata yang lembut juga penting.

 

· Mau’izah Hasanah (Nasihat yang Baik)

Prinsip ini menekankan betapa pentingnya memberikan nasihat atau pengajaran yang baik, yang tidak hanya terdiri dari perintah atau larangan, tetapi juga diberikan dengan penuh kasih sayang dan dengan niat yang tulus untuk membantu orang lain. Dakwah yang efektif adalah dakwah yang mendorong pendengarnya untuk memperbaiki diri dengan tulus.

 

· Keadilan (al-adl)

Keadilan juga berarti memperlakukan audiens dengan adil saat berbicara dan berbicara. Dai tidak boleh memihak atau tidak adil dalam menyampaikan pesannya, terutama ketika mereka menghadapi perbedaan.
pendapat atau perspektif. Konsep-konsep ini penting untuk menjaga keseimbangan dan persatuan di antara orang-orang Islam, sambil menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mengutamakan keadilan bagi setiap orang

 

· Kesejahteraan ( al-falah)

Dalam dakwah, prinsip kesejahteraan mencakup baik kesejahteraan duniawi maupun akhirat. Tujuan dakwah adalah untuk membimbing orang menuju kehidupan yang sejahtera di dunia dan di akhirat. Dai harus mendorong komunitas untuk menjalani kehidupan yang bahagia dengan mengikuti ajaran Islam yang benar, kesejahteraan Islam mencakup aspek spiritual, psikologis, dan biologis.

 

b. integrasi prinsip-prinsip filsafat dakwah dengan teori-teori

     keilmuan dakwah

Langkah strategis yang sangat penting dalam mengembangkan pendekatan dakwah yang lebih komprehensif dan relevan di era kontemporer adalah mengintegrasikan prinsip-prinsip filsafat dakwah dengan teori-teori keilmuan dakwah.

 

Relevansi Dakwah di Era Modern

Selain itu, integrasi ini menjawab tantangan dakwah di era kontemporer yang semakin kompleks. Dakwah menjadi lebih kontekstual dan relevan dengan menggabungkan prinsip-prinsip filsafat dakwah yang menekankan moralitas, spiritualitas, dan kebijaksanaan dengan teori keilmuan dakwah yang memanfaatkan ilmu sosial, komunikasi, dan teknologi. Misalnya, teori komunikasi kontemporer dapat digunakan untuk menyebarkan pesan Islam melalui media sosial. Namun, dakwah harus didasarkan pada prinsip-prinsip ikhlas dan hikmah dalam filsafat dakwah.

 

Penguatan metodologi dakwah

Dengan menghasilkan pendekatan yang sangat erat seorang dai kepada mad`u, integrasi ini meningkatkan metode dakwah. Teori keilmuan dakwah membantu menyampaikan pesan (metode penyampaian), sementara filsafat dakwah menawarkan pemahaman tentang apa yang harus disampaikan (hakikat pesan). Misalnya, meskipun penting dalam teori komunikasi untuk mempertimbangkan psikologi audiens, prinsip mau’izah hasanah (nasihat yang baik) memastikan bahwa pesan tetap disampaikan dengan bijak dan kelembutan, bukan hanya dengan cara yang teknis.

 

Pendekatan Multidisipliner dalam Dakwah

Adanya pendekatan multidisipliner dimungkinkan oleh integrasi antara prinsip filsafat dakwah dan teori keilmuan dakwah. Dakwah dilihat dari berbagai disiplin ilmu, seperti komunikasi, sosiologi, psikologi, dan antropologi, selain dari perspektif agama. Dengan demikian, dakwah dapat mencapai berbagai aspek kehidupan manusia secara lebih luas dan relevan.

 

Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip filsafat dakwah dengan teori-teori keilmuan dakwah, aktivitas dakwah dapat menjadi lebih fleksibel dan efisien, sekaligus tetap berlandaskan pada nilai-nilai inti Islam. Pendekatan ini memungkinkan dakwah beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan spiritual yang menjadi pondasi. Melalui sinergi ini, dakwah dapat menjangkau lebih banyak orang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

 

 

Penulis:

 

Rifky Alhamdi

Mahasiswa Manajemen Dakwah 2023

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FILSAFAT DAKWAH DAN PENDIDIKAN ISLAM

DAKWAH DI ERA GLOBALISASI